Hubungan Antara Pandangan Guru Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan dengan Pemerataan Pendidikan di Daerah Perkotaan dan Daerah Pedesaan

Massna Inasa Cholifa 

Kota Magelang


    Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting di dalam sebuah negara. Banyak yang berkata bahwa maju tidaknya sebuah negara bergantung pada kualitas pendidikan di dalamnya. Pendidikan sangat menjadi suatu hal yang harus diperhatikan di negara-negara berkembang khususnya Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari ribuan pulau dan memiliki beragam kondisi daerah. Oleh karena itu pengimplementasian pendidikan di Indonesia harus memperhatikan kondisi suatu daerah. Guru merupakan bagian terpenting dalam pengimplementasian pendidikan di Indonesia. Namun, beberapa guru merasa bingung menentukan daerah mana yang akan mengajar, apakah di perkotaan atau pedesaan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan yang ada pada kedua daerah tersebut. Pendidikan di perkotaan dan pedesaan memiliki aspek yang berbeda bagi guru itu sendiri. Hal ini dapat menyebabkan jumlah guru dan tenaga pendidik tidak menunjukkan komposisi yang rata di antara daerah perkotaan dan daerah terpencil. Perbedaan antara daerah perkotaan dan daerah pedesaan yang terpencil menjadi penyebab tidak meratanya jumlah guru dalam pelaksanaan pendidikan di negeri ini.

    Pengimplementasian pendidikan di dalam suatu sekolah yang terletak di daerah perkotaan membuat seorang guru lebih mudah menggunakan fasilitas pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran. Fasilitas sekolah merupakan suatu hal yang dinilai sangat penting untuk mendukung guru maupun siswa dalam proses belajar mengajar. Sebagai contoh fasilitas sekolah seperti ruang kelas, laboratorium, toilet, perpustakaan, media pembelajaran, dan segala sesuatu yang digunakan oleh warga sekolah dapat menunjang suksesnya penyelenggaraan pendidikan di dalam suatu sekolah. Umumnya fasilitas sekolah di perkotaan lebih lengkap dan mendukung proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat mendukung peran seorang guru dalam proses belajar mengajar. Selain itu fasilitas umum di daerah perkotaan juga dapat memudahkan guru. Keistimewaan lain bagi guru yang mengajar di sekolah di perkotaan adalah letak sekolah yang dekat dengan berbagai fasilitas umum. Misalnya, sekolah yang berada di dekat halte akan memudahkan guru mengakses fasilitas umum lainnya. Karena tugas guru tidak hanya mengajar murid-muridnya, tetapi mereka juga memiliki tanggung jawab lain yang berkaitan dengan hal-hal pendidikan.

    Aspek lain yang menjadi pertimbangan seorang guru dalam menentukan tempat kerjanya adalah aspek finansial. Banyak guru memutuskan untuk bekerja di sekolah yang ditempatkan di daerah perkotaan karena gaji yang tinggi. Mereka percaya bahwa semakin banyak gaji yang mereka dapatkan, semakin banyak kualitas hidup yang dapat mereka tingkatkan. Namun, biaya hidup di perkotaan lebih mahal daripada di pedesaan. Hal itu terjadi karena mengikuti rata-rata pendapatan masyarakat di perkotaan. Meski begitu, minat seorang guru untuk bekerja di kota besar masih tinggi. Itu juga tergantung pada gaya hidup dan gaya mengajar guru.

    Jumlah siswa yang belajar di sekolah di suatu daerah perkotaan juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan tempat kerja seorang guru. Semakin banyak jumlah siswa yang diajar oleh guru, semakin besar motivasi guru untuk memutuskan tempat kerja. Dalam kegiatan belajar mengajar, tidak hanya siswa yang membutuhkan motivasi tetapi guru juga membutuhkan motivasi untuk bekerja. Karena jumlah siswa yang banyak, banyak guru yang lebih memilih mengajar di perkotaan. Di sisi lain, keragaman siswa di perkotaan dapat menjadi tantangan bagi guru. Beberapa penelitian menemukan bahwa beberapa siswa di perkotaan tidak disiplin dan memiliki motivasi yang rendah dalam proses belajar. Namun, hal ini tidak dapat digeneralisasikan begitu saja karena tidak semua siswa di perkotaan bersikap seperti itu. Sebagai guru, mereka harus bekerja lebih keras untuk memecahkan dan mendorong beberapa siswa yang berperilaku seperti itu untuk lebih disiplin dan memiliki semangat untuk kegiatan belajar. Mereka juga harus mencari cara yang lebih efektif dan menarik perhatian siswa dalam belajar agar lebih aktif dan dapat menanamkan nilai-nilai positif untuk ditanamkan di kehidupan sehari-hari.

    Berbeda dengan perkotaan, minat mengajar di pedesaan bagi calon guru atau guru lebih rendah. Salah satu aspek yang membuat pengajaran di pedesaan rendah adalah fasilitas. Fasilitas yang dimaksud adalah fasilitas sekolah dan fasilitas umum. Di daerah pedesaan yang terpencil, fasilitas yang tersedia di sekolah terbatas. Karena keterbatasan ini, guru tidak dapat memaksimalkan proses belajar mengajar. Fasilitas lain yang menurunkan minat mengajar adalah jarak fasilitas umum. Tidak hanya fasilitas di dalam sekolah yang terbatas, jarak fasilitas umum di pedesaan juga terbatas dan berjarak cukup jauh. Hal ini juga mempengaruhi jumlah transportasi, sehingga banyak orang tidak ingin menjadi guru di pedesaan.

    Aspek kedua yang menjadi pertimbangan seorang guru dalam menentukan tempat kerja adalah aspek finansial. Berbanding terbalik dengan daerah perkotaan, sebagian besar guru yang bekerja di pedesaan mendapatkan upah yang lebih rendah. Misalnya, guru kontrak di daerah pedesaan di Indonesia dibayar rendah oleh pemerintah. Para guru tersebut hanya mendapatkan gaji dari setengah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, biaya hidup di pedesaan lebih murah daripada di perkotaan. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi calon guru untuk bekerja di pedesaan. Mereka dapat meminimalkan pengeluaran sehari-hari mereka dengan mudah.

    Sekolah di pedesaan memiliki aspek yang berbeda dari siswa seperti kuantitas dan perilaku. Dari segi kuantitas, jumlah siswa di perdesaan lebih sedikit dibandingkan dengan siswa di perkotaan. Jumlah penduduk di pedesaan tidak sebanyak penduduk di kota, sehingga mempengaruhi jumlah anak usia sekolah. Seperti halnya perilaku siswa di perkotaan, perilaku siswa di pedesaan juga dapat menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Siswa pedesaan memiliki minat literasi yang lebih rendah daripada siswa perkotaan. Jadi, guru harus bekerja keras untuk meningkatkan minat mereka terhadap literasi. Ini bisa menjadi tantangan serius bagi guru dalam proses belajar mengajar.

    Pada akhirnya, baik perkotaan maupun pedesaan memiliki banyak perbedaan dalam aspek alasan guru dalam menentukan tempat kerja. Meskipun begitu guru dan semua calon guru di negeri ini harus memiliki semangat yang besar tanpa membandingkan segala perbedaan yang ada di berbagai daerah. Meski demikian, sekolah di kedua daerah tersebut juga memiliki kesamaan berupa tantangan bagi guru. Guru harus siap bekerja di semua jenis dan bidang pendidikan. Dimanapun dan bagaimanapun kondisi tempat mengajar seharusnya tidak menjadi masalah bagi seorang guru untuk mendidik dan mengajarkan ilmu serta berbagai kebaikan kepada siswanya. Mereka harus menyadari bahwa mereka memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi positif bagi keberhasilan pendidikan di tanah air. Bukan hanya guru saja yang harus menyadari pentingnya peran mereka, tetapi pemerintah juga harus menyadari dan mendukung guru dalam kemajuan pendidikan dengan cara memaksimalkan perannya dalam menyejahterahkan mereka. Kesejahteraan guru merupakan hal yang sangat didambakan oleh banyaknya guru, khususnya bagi mereka yang mengajar di daerah yang terpencil dan penuh keterbatasan. Dengan demikian, kemajuan dan pemerataan pendidikan di Indonesia dapat dicapai dengan mudah.

 

Comments

Popular Posts