Berdamai

Photo by Wes Grant on Unsplash

Ijinkan aku sekedar mengenangmu hari ini saja. Boleh ya? Tenang saja aku tidak sedang dirundung rindu. Tidak. Aku hanya ingin sedikit berdamai dengan segala sesuatu yang kusebut masa lalu.

Dulu kamu datang dengan membawa banyak hal atas nama bahagia. Membawaku ke dalam alam raya sukacita yang kamu ciptakan tanpa sengaja. Aku mudah saja hanyut dan tenggelam terbawa arus yang kamu mainkan waktu itu. Kamu mudah saja memonopoli perasaan seperti membalikkan telapak tangan. Sangat mudah memang, aku yang terlalu bodoh waktu itu. Bahkan aku buta, aku tidak bisa melihat bahwa semua itu hanya tipuan mata.

Bagaikan kapal ferry, kamu menganggapku sebagai pelabuhan. Kamu hanya melepas penat sebentar, lalu pergi tanpa permisi. Aku tidak pernah sadar bahwa masih banyak pelabuhan lainnya yang akan kamu singgahi. Aku dengan berat hati melepasmu untuk mengarungi samudera luas di depan sana, dan hanya bisa berharap agar kamu bisa menemukan tempat yang bisa membuatmu benar-benar menambatkan segala keluh kesahmu serta berbagi tawa dengan sungguh di sana.

Kini kamu sudah bahagia, dan kuharap bukan kebahagiaan semu yang kamu dapat. Bukan kebahagiaan yang diciptakan hanya untuk dipermainkan dengan sengaja.

Kamu bukan manusia jahat, dan aku bukan pula manusia baik hati sepenuhnya. Kita hanya manusia-manusia yang pernah melakukan kesalahan di masa yang kita sebut sebagai masa lalu.

Atas nama rasa dan lara yang pernah ada, terima kasih telah mengijinkanku bercerita.

Magelang, 09 Januari 2019


#2019MasihBucin

Comments

Post a Comment

Popular Posts